Posted by : Unknown Rabu, 01 Oktober 2014

Tak terasa tahun demi tahun telah di lewatinya untuk menimba ilmu. Ilmu yang di pelajari kiranya cukup sebagai bekal hidup dalam menghadapi masyarakat ia beserta temannya hendak pulang ke rumah masing-masing. Mereka bersamaan menghadap syaikh di tempatnya.

Kemudian syaikh memberikan nasehat sebagai pesan terakhir kepada mereka. Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang dalam merungadahkan tangannya kepada orang-orang berharta maka tidak ada kebaikan di dalamnya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing sertakanlah selalu ketaqwaan kepada Allah SWT dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
Ketika sesampailah di kampung halaman dan tiba di rumah ia bertemu dengan ibunya. Sang pemuda itu menceritakan semua yang di lakukan di pesantren. Tak lama sang pemuda bertanya “ ibu apakah pekerjaan yang dulu di lakukan ayah ?. “Sang ibu bergetar dan menjawab : “Ayahmu sudah meninggal dunia apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu pemuda itu mendesak agar ibunya menjawab. Namun akhirnya ibu bicara juga. Dengan nada jengkel “Ayahmu itu dulu seorang pencuri.
Pemuda itu tidak merasa kaget dengan ucapan ibunya. Pemuda itu bicara “ guruku memerintah kepada murid-muridnya untuk bekerja seperti pekerjaan ayahanya. Tetapi harus di serta dengan ketaqwaan kepada Allah SWT dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
Ibunya menyela “ hah…..??? dalam mencuri ada ketaqwaan?” pemuda itu menjawab dengan polos “ ya begitu kata guruku”.
Keesokkan harinya ia pergi ke tempat yang ramai dan banyak pencurinya., dengan segala keberanian pemuda itu bertanya ke setiap orang ( para pencuri ) tentang bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Ia pun mengetahui teknik mencuri.
Kemuadian ia pulang ke rumah dan mempelajari peta di daerahnya dan mempersiapkan  alat-alat untuk pencurian.
Ketika malam dan suasana kampung memang sepi ia keluar rumah untuk menjalankan propesi ayahnya. Di mulai dengan rumah tetangga hendak masuk ke rumah dia ingat akan pesan Syaikh agar selalu bertaqwa. Padahal, mengganggu tetangga tidaklah termasuk tanda orang-orang bertaqwa.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Calendar

JAM

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © mencari ilmu di pesantren -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -