Archive for 2014

2030

Minggu, 09 November 2014
Posted by Unknown
" Pada tahun 2030 yang akan mendatang sudah beda lagi dari jaman sekarang.
Insya allah pada tahun 2030 saya itu sudah menjadi orang yang sukses di usia muda ini dan saya sudah mempunyai pekerjaan yang bagus yaitu seorang dokter atau perawat terkenal selain itu saya itu juga seorang bisnismen yang sukses dan mempunyai toko-toko dimana-mana.

Story in Pesantren

Rabu, 01 Oktober 2014
Posted by Unknown
Tak terasa tahun demi tahun telah di lewatinya untuk menimba ilmu. Ilmu yang di pelajari kiranya cukup sebagai bekal hidup dalam menghadapi masyarakat ia beserta temannya hendak pulang ke rumah masing-masing. Mereka bersamaan menghadap syaikh di tempatnya.

Kemudian syaikh memberikan nasehat sebagai pesan terakhir kepada mereka. Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang dalam merungadahkan tangannya kepada orang-orang berharta maka tidak ada kebaikan di dalamnya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing sertakanlah selalu ketaqwaan kepada Allah SWT dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
Senin, 29 September 2014
Posted by Unknown
Tak terasa tahun demi tahun telah di lewatinya untuk menimba ilmu. Ilmu yang di pelajari kiranya cukup sebagai bekal hidup dalam menghadapi masyarakat ia beserta temannya hendak pulang ke rumah masing-masing. Mereka bersamaan menghadap syaikh di tempatnya.
Kemudian syaikh memberikan nasehat sebagai pesan terakhir kepada mereka. Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang dalam merungadahkan tangannya kepada orang-orang berharta maka tidak ada kebaikan di dalamnya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing sertakanlah selalu ketaqwaan kepada Allah SWT dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
Ketika sesampailah di kampung halaman dan tiba di rumah ia bertemu dengan ibunya. Sang pemuda itu menceritakan semua yang di lakukan di pesantren. Tak lama sang pemuda bertanya “ ibu apakah pekerjaan yang dulu di lakukan ayah ?. “Sang ibu bergetar dan menjawab : “Ayahmu sudah meninggal dunia apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu pemuda itu mendesak agar ibunya menjawab. Namun akhirnya ibu bicara juga. Dengan nada jengkel “Ayahmu itu dulu seorang pencuri.
Pemuda itu tidak merasa kaget dengan ucapan ibunya. Pemuda itu bicara “ guruku memerintah kepada murid-muridnya untuk bekerja seperti pekerjaan ayahanya. Tetapi harus di serta dengan ketaqwaan kepada Allah SWT dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
Ibunya menyela “ hah…..??? dalam mencuri ada ketaqwaan?” pemuda itu menjawab dengan polos “ ya begitu kata guruku”.
Keesokkan harinya ia pergi ke tempat yang ramai dan banyak pencurinya., dengan segala keberanian pemuda itu bertanya ke setiap orang ( para pencuri ) tentang bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Ia pun mengetahui teknik mencuri.
Kemuadian ia pulang ke rumah dan mempelajari peta di daerahnya dan mempersiapkan  alat-alat untuk pencurian.
Ketika malam dan suasana kampung memang sepi ia keluar rumah untuk menjalankan propesi ayahnya. Di mulai dengan rumah tetangga hendak masuk ke rumah dia ingat akan pesan Syaikh agar selalu bertaqwa. Padahal, mengganggu tetangga tidaklah termasuk tanda orang-orang bertaqwa.
 Akhirnya rumah itu di tinggalkan dia pun kembali mencari rumah sasarannya. Lalu ia menemukan rumah sederhana ketika ia hendak masuk ia berbisik pada dirinya : “ ini rumah anak yatim dan Allah memperingatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim”, untuk kedua kalinya, ia tidak jadi mencuri.
           Namun akhirnya mereka menemukan tempat sasaran yang tepat. Dan mereka memasuki tempat tersebut dan di saat menghitung nasab barang curian. Bapak pemilik rumah datang dan mengajak mereka shalat. Berkat kejujuran mereka akhirnya salah satu di antara mereka di angkat menjadi menantu dan yang lainnya di pekerjakan di perusahaan.
Taun demi taun tidak terasa sudah terlewati oleh Jafar , Hasan dan Fazry dan teman-temannya di Pondok Pesantren Masumi. Ilmu-ilmu yang mereka dapatkan pun bertambah. Malam yang indah dan di hiasi taburan bintang itu merupakan hari terakhir bagi mereka di pesantren,karena mereka harus meningggalkan pesantren. Pada waktu itu pun Syaikh memberikan nasihat terakhir kepada Jafar, Hasan, Fazry dan teman-temannya supaya bertaqwa dan mengikuti pekerjaan ayah mereka.
Welcome to My Blog

Calendar

JAM

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © mencari ilmu di pesantren -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -